Senin, 12 Desember 2011

Kemirisan Hidup

Hari berganti hari, semua berjalan sesuai apa yang dikendaki.
Matahari terbit di pagi hari dan akan terbenam kembali di malam hari.
Semua berjalan sebagaimana mestinya, tak ada yang dapat mengubah, hanya "DIA", sang abadi.

Berjalan menelurusi kota  dengan hati bertanya2, apa yang sedang terjadi?
Melihat sekeliling kota, didapatkan beberapa orang sedang tertawa, menangis, dan tanpa ekspresi dalam waktu bersamaan.
Mereka sibuk dengan hati mereka masing2.
Seseorang tertawa terbahak2 sedangkan seorang lainnya menangis dengan kesedihan mendalam.



Hati ini hanya diam, terkejut melihat apa yang terjadi.

Dimanakah makna hidup yang selama ini ada? Apakah hanya sebuah teori?
Makna hidup telah hilang, lenyap dimakan keegoisan dan kekerasan hidup ini.
Yang tertawa terus tertawa sedangkan yang menangis terus menangis.
Tidak ada yang mempedulikan mereka.

Betapa indah ketika mereka bersatu, saling berbagi.
Ini hanya mimpi di siang hari bolong yang sulit terjadi pada jaman sekarang.
Keegoisan dan kekerasan hidup meregut makna hidup di setiap hati.

Sampai kapan kah ini terjadi? Adakah hati yang peduli dengan hal ini?
Detik pun semakin hari semakin bertambah....